Rabu, 03 September 2014

Usir Pemilik Rumah, 9 Preman Diciduk P0lisi

Usir Pemilik Rumah, 9 Preman Diciduk PolisiUsir Pemilik Rumah, 9 Preman Diciduk Polisi (ilustrasi Okezone) JAKARTA - Lantaran mengusir pemilik rumah yang berada di Jalan Mangga Besar Raya, Tamansari, Jakarta Barat. Sebanyak sembilan orang preman ditangkap Tim Pemburu Preman Polres Jakarta Barat.
 
Kepala Satuan Reskrim Polres Jakarta Barat, AKBP Hengki Haryadi mengatakan, sembilan orang tersebut telah mengusir paksa pemilik rumah.

"Penghuni rumah itu adalah pemilik yang sah," ujar Hengki kepada wartawan di Mapolres Jakarta Barat, Rabu (3/9/2014).

Hengki pun menjelaskan, peristiwa pengusiran tersebut terjadi pada 18 Agustus 2014, berawal penjaga rumah bernama Wasinah dan anaknya yang berusia 5 tahun sedang duduk di depan rumah tersebut, tiba-tiba didatangi oleh 20 orang tak dikenal.

"Mereka langsung mengusir penjaga itu dan anaknya, dan penjaga itu langsung melapor ke pemilik rumah yang bernama Luwiningsih," lanjutnya.

Pemilik rumah langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Jakarta Barat, oleh polisi kasus tersebut diselidiki dan hasilnya Luwiningsih adalah pemilik yang sah terhadap lahan seluas 900 meter persegi tersebut.

"Karena pemilik rumah memiliki bukti surat kepemilikan tanah yang sah, dan kami juga mendapatkan bukti berupa surat keputusan Pengadilan Tata Usaha Negara bahwa tanah dan bangunan itu merupakan milik Luwiningsih," tuturnya.

Selain itu, kata dia, ada seseorang bernama Emmy yang juga mengklaim rumah tersebut. Namun, hanya memiliki sertifikat peninggalan pemerintah kolonial Belanda dalam bentuk fotokopi.

"Atas dasar itu kami melakukan penangkapan terhadap sembilan orang tersebut yang telah menduduki tanah milik orang lain," tambahnya.

Sembilan orang preman yang diamankan adalah Umar Saliu (47), Sabri Souwakil (32), Tarip Souwakil (37), Abdullah Usman (34), Karim Bahta (28), Amadin Bahta (26), Husni Souwakil (18), Darwin Coneles (27), dan Muid Bahta (26). Tak hanya itu, polisi juga telah menangkap Wong Ivonne Emmy (64), orang yang telah mempekerjakan para preman tersebut.

"Mereka (10 orang) tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka, dan ada 4 orang yang masuk DPO (daftar pencarian orang) masih kami cari," tutupnya.

Oleh karena itu, Hengky mengimbau kepada segenap masyarakat khusunya warga Jakarta Barat, jangan menggunakan jasa preman kalau bersengketa, karena pihaknya akan langsung menindaknya.

Tak hanya mengamankan para tersangka, polisi juga menyita barang bukti lainnya seperti sepucuk senjata api revolver, dua bilah senjata tajam, dan seperangkat perhiasan milik pemilik rumah.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan pasal berlapis karena juga mengambil perhiasan di dalam rumah tersebut. Mereka dikenakan Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan Tidak Menyenangkan dan Pasal 353 KUHP tentang Pencurian, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.(fid) (ahm)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.
http://jakarta.okezone.com/read/2014/09/03/500/1033936/usir-pemilik-rumah-9-preman-diciduk-polisi
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger