Rabu, 03 September 2014

Target Pertumbuhan Ek0n0mi J0k0wi Tak Realistis

Rabu, 03 September 2014 17:27 wib | Fakhri Rezy - Okezone

Gubernur DKI Jakarta Jokowi. (Foto: Okezone)Gubernur DKI Jakarta Jokowi. (Foto: Okezone) JAKARTA - Tim transisi Joko Widodo dan Jusuf Kalla menargetkan pertumbuhan ekonomi 5,8 persen di 2015. Angka tersebut cukup tinggi, namun diklaim masih dalam range tercapai.

Pengamat ekonomi, Tony Prasetiantono, mengatakan angka tersebut terlihat pemerintahan baru begitu bergairah dan menantang. "Itu (5,8 persen) cukup menantang, tapi realistis di 5,6 persen," ujar Tony di Ritz Carlton, Jakarta, Rabu (3/9/2014).

Menurutnya, dalam menentukan target memang tidak baik bila terlalu rendah. Namun, bila lebih tinggi cukup menantang. "Jadi harus kerja keras, memberikan kemudaahan-kemudahan investasi," ujarnya.

Sebelumnya, alam Rapat Kerja pemerintah dengan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi XI didapati perubahan asumsi makro yang sebelumnya sudah disampaikan dalam Rancangan Anggaran dan Pendapatan Belanja (RAPBN) 2015. Perubahan ini dalam hal pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar Rupiah.

Dalam RAPBN 2015, pertumbuhan ekonomi dipatok 5,6 persen. Inflasi 4,4 persen. Nilai tukar Rupiah Rp11.900 per USD. Harga minyak mentah Indonesia (ICP) USD105 per barel. Suku bunga SPN tiga Bulan 6,2 persen. Lifting minyak 845.000 barel per hari. Lifting gas 1,248 juta barel setara minyak per hari.
(mrt)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.
http://economy.okezone.com/read/2014/09/03/20/1033839/target-pertumbuhan-ekonomi-jokowi-tak-realistis
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger