Sabtu, 19 April 2014

Wacana Akuisisi, Ini Ancaman Serikat Pekerja BTN

Ilustrasi. (Foto: Setkab)Ilustrasi. (Foto: Setkab) JAKARTA - Wacana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang digulirkan Menteri BUMN Dahlan Iskan akan melanggar hukum. Setidak-tidaknya, ada tiga regulasi sekaligus yang akan dilanggar, yakni Undang-Undang (UU) PT, UU BUMN dan ketentuan pasar modal.

Berikut 10 sikap serikat pekerja BTN atas keputusan Kementerian BUMN yang menetapkan akuisisi Bank BTN oleh Bank Mandiri.

"Pertama, seluruh pekerja BTN menolak kebijakan akuisisi karena memandang kebijakan tersebut hanya merupakan proyek eksperimen segelintir orang yang sekedar memenuhi ambisi pribadinya," kata Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat SP BTN Satya Wijayantara di kantor pusat BTN, Jakarta, Minggu (20/4/2014).

Kedua, seluruh pekerja BTN menolak akuisisi terhadap dua perbankan yang berbeda mahzab yaitu Mandiri yang bermahzab corporate dengan BTN yang bermahzab ritel.

Ketiga, seluruh pekerja BTN menuntut Menteri BUMN Dahlan Iskan mematuhi kesepakatan politik tahun 2005 antara pemerintah dengan DPR RI yang menetapkan BTN sebagai bank tunggal yang berdiri sendiri dan fokus pada pelayanan penyediaan pembiayaan rumah.

Keempat, bahwa seluruh pekerja BTN memandang kebijakan Kementerian BUMN dalam pengelolaan perbankan bersifat tidak jelas dan tidak transparan yaitu dalam surat Kementerian BUMN.

Kelima, serikat pekerja BTN memandang kebijakan BUMN yang menetapkan akuisisi Bank BTN dengan Bank Mandiri sebagai surviving Bank, hanya berdampak memberi keuntungan pada Bank Mandiri saja.

Keenam, serikat pekerja BTN memandang justru pemerintah harus mengatasi problem penyediaan dana murah dengan jangka panjang waktu lama untuk penyediaan KPR melalui kebijakan Tapera yang saat ini masih digodok di DPR untuk diprioritaskan dan dikelola oleh BTN.

Ketujuh, bahwa serikat pekerja BTN memandang akuisisi adalah keputusan strategis bagi sebuah perseroan sehingga meminta Kementerian BUMN mematuhi seluruh regulasi yang ada.

Kedelapan, serikat pekerja BTN memandang statement Dahlan Iskan yang menyatakan apabila sudah pasar bebas ada bank-bank asing menyerbu Indonesia maka Bank BTN akan kalah bersaing dalam pembiayaan perumahan untuk rakyat. Itu adalah pernyataan yang absurd, mengada-ada dan mengelabui rakyat.

Kesembilan, bahwa serikat pekerja BTN memandang perlu memperingatkan kepada semua pihak yang berambisi untuk melenyapkan Bank BTN dari sejarah Indonesia maka sebagai konsekuensinya SP berkolaborasi dengan elemen buruh dengan menggelar aksi unjuk rasa dan melakukan mogok kerja serta memblokade RUPS BTN maupun RUPS Mandiri.

Kesepuluh, bahwa serikat pekerja BTN memandang perlu memperingatkan kepada masyarakat bahwa terdapat dugaan kuat telah ada pihak-pihak yang mencoba mempermainkan isu akuisisi BTN ini sekedar mencari keuntungan pribadi yaitu dari profit naik turunnya harga saham BTN. (wdi)

Download dan nikmati kemudahan mendapatkan berita melalui Okezone Apps di Android Anda.
http://economy.okezone.com/read/2014/04/20/457/972931/wacana-akuisisi-ini-ancaman-serikat-pekerja-btn
jika diwebsite ini anda menemukan artikel dengan informasi dan konten yang salah, tidak akurat, bersifat menyesatkan, bersifat memfitnah, bersifat asusila, mengandung pornografi, bersifat diskriminasi atau rasis mohon untuk berkenan menghubungi kami di sini agar segera kami hapus.
◄ Newer Post Older Post ►
 

© KAWUNGANTEN.COM Powered by Blogger